Jumat, 13 Juli 2012

PROPOSAL PENGUKUHAN HARI SANTRI


PROPOSAL
PERINGATAN HARI BESAR ISLAM
DAN MEMPERTEGAS GAGASAN
HARI SANTRI NASIONAL

Tema:

" Membangun Santri Berkarakter
yang Menghargai Keberagaman
untuk Membangkitkan Peradaban Bangsa "



I Muharram 1434 H





LPES (Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri)
Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining Jln. Darmawangsa 142 Rambipuji  Jember Telp. 0331- 771466


A. Dasar Pemikiran

Tidak dapat dipungkiri, bahwa konstruk dinamika kebangsaan memiliki korelasi dengan peran pesantren secara institutif maupun kultural. Bahkan melalui eksperimentasi perkembangan reorientasi kebangsaan maupun peradaban global, Pesantren dan Santri selalu berinteraksi dinamis dalam merevitalisasi peran dan fungsi untuk memformulasikan kerangka strategis kebudayaan.
Dalam catatan Clifford Gertz, peran pesantren dan santri bahkan diartikulasikan menjadi stratifikasi sosio­kultur yang lebih inklusif dalam mengintegrasikan kebudayaan bangsa. Gejala ini menguat karena adanya sistem tradisi dan budaya yang lebih mencerminkan pranata spiritual dan tata nilai keagamaan yang melekat dalam setiap fragmentasi sosial. Prinsip ini menurut Zamaksyari Dhofter, Zimek, Karel Stembrink, dan Martin Van Bruinessen sebagai langkah transformatif dan akomodatif dalam dinamika tradisi pesantren.

Secara spesifik berbagai tradisi intelektual dan pewarisan budaya pesantren yang menjadi sub-sistem tradisi sangat memungkinkan untuk melakukan akulturasi-moderat dalam sistem perkembangan sosial budaya. Bahkan proses transformasi khasanah klasik (salaf) sendiri memberikan inspirasi pranata nilai yang secara konstruktif mampu menjadi alternatif untuk membaca transisi budaya. Kuntowijoyo menggambarkan perumusan ini menjadi resolusi transformasi terhadap nilai tradisi santri menuju arah keterbukaan dan toleransi terhadap perubahan zaman dan pluralisme kebudayaan dalam akar kebangsaan. Proses ini dalam pandangan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semakin memperkokoh potensi kultur pesantren dan santri untuk menjadi sub kultur maupun sub struktur dari sistem kebudayaan nasional.

Kesadaran tersebut menginspirasi LPES (lembaga pemberdayaan ekonomi pesantren) untuk memformulasikan menjadi kerangka strategis dalam merefleksikan peringatan Hari Besar Islam 1 Muharram dengan mempertegas kembali Hari Santri Nasional. Permasalahan ini muncul karena dalam proses pembangunan kebangsaan yang terjadi,  ternyata mental pragmatisme opportunitas budaya publik, dan sudah terlalu jauh mendistorsi peran kultural santri sebagai sumber gagasan moral masyarakat sipil.
Dalam kegiatan Hari Santri Nasional, beberapa tokoh nasional yang pernah hadir dalam pada tahun sebelumnya, di antaranya: Ny. Yenny Wahid dan Bapak Syaifullah Yusuf, dan Bapak Suryadharma Ali. Pada tahun 2012 ini dalam memperingati 1 Muharram dan Hari Santri Nasional. LPES akan menghadirkan kembali tokoh nasional maupun regional yang dianggap merepresentasikan dan memiliki peran terhadap perkembangan budaya santri dalam proses transformasi pembangunan yang berbasis moral.

B. Tujuan Kegiatan       
Secara umum tujuan. peringatan Hari Besar Islam, dan Hari Santri adalah untuk :
1.      Membangun kesadaran kolektif kebangsaan dan membumikan budaya santri dalam proses pembangunan.

2.      Mengintegrasikan secara strategis sosio-struktur santri dalam mengembangkan tradisi yang konstruktif untuk identitas kebudayaan bangsa.

3.      Menjaga konsistensi tradisi dengan menumbuhkan kesadaran yang tinggi dalam berkebangsaan dan ber-Indonesia.

Secara khusus bertujuan
1.      Terselenggaranya peringatan Hari Besar Islam 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.
2.      Mengharapkan adanya regulasi formal Hari Besar Islam 1 Muharram menjadi bagian integral sebagai peringatan Hari Besar Nasional dengan memperkuat identitas santri.

3.      Mengembangkan pranata nilai budaya santri menjadi sub-sistem kebudayaan nasional.

C. Target Kegiatan

1.      Merealisasikan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.
2.      Memperkuat tradisi santri sebagai kesadaran kolektif sosio-kultur ke-Indonesiaan.
3.      Menjalin ajang silaturrahmi secara integral dan simultan antara Kyai, Pesantren, dan Santri.

 

D. Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan ini diperkirakan diikuti 1.000.000. santri dan masyarakat pesantren, yang terdiri dari:
1.    Pimpinan Pondok Pesantren seluruh Jawa Timur.
2.    Perwakilan pondok Pesantren tiap propinsi di seluruh Indonesia.
3.    Santri Pondok Pesantren Jawa Timur dan di luar Jawa Timur.
4.    Santri Alumni Pondok Pesantren Jawa Timur dan di luar Jawa Timur.
5.    Para pemerhati pesantren dan politik nasional
6.    Masyarakat Kabupaten Jember

E.     Tema Kegiatan 
Kegiatan peringatan Hari Besar Islam dan Hari Santri Nasional ini bertema:
"Membangun Santri Berkarakter yang Menghargai Keberagaman untuk Membangkitkan Peradaban Bangsa"

F.      Lokasi dan Waktu        
    a. Lokasi Kegiatan.
Kegiatan Hari Besar Islam 1434 H dan peringatan Hari Santri Nasional bertempat di Alun-Alun Kabupaten Jember Jawa Timur.

b. Waktu Kegiatan.

Waktu kegiatan Peringatan Hari Besar Islam dan Hari Santri Nasional akan diselenggarakan pada Rabu, 14 Nopember 2012 dengan agenda Seminar Santri, dan Kamis, I Muharram 1434/ 15 Nopember 2012 sebagai puncak peringatan meliputi kegiatan Pawai Ta’aruf, Pengajian dan Do’a.

 

G.    Susunan Acara                   : lampiran 1
H.    Struktur Kepanitiaan                  : lampiran 2
I.       Anggaran Dana                       : lampiran 3

J.       Penutup
Untuk merealisasikan kegiatan Hari Besar Islam I Muharram  dan Hari Santri Nasional tersebut, tentu dibutuhkan dukungan partisipasi semua pihak. Oleh sebab itu kami mengundang partisipasi semua pihak untuk ikut mewujudkan gagasan transformatif peringatan Hari Santri 1 Muharram dan pengembangan tradisi santri. Semoga menjadi ihwal memperkuat ikatan kebangsaan, dan kegiatan ini mendapat ridho dan hidayah Allah SWT.

Billahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamu Alaikum wr. wb

Ketua Pelaksana                                                      Sekretaris,

 

 

Dr. Ir. Jani Januar, M.T                                                M Khusna Amal, M. Si



Lampiran 1
SUSUNAN ACARA

NO
HARI/
TANGGAL
WAKTU
KEGIATAN
TEMPAT
1.
Rabu, 14 Nop. 2012
07.00 – 11.00
Hotmil Qur’an
Masjid al-Baitul Amin
12.00 – 15.00
 Seminar santri dengan tema:
1. MZA Jalal (Bupati Jember).
(Tradisi Santri dalam Sistem Budaya Masyarakat Indonesia)
2. Suryadharma Ali (Menteri Agama).
(Peran Pesantren dalam Pengembangqn Ketahanan Budaya Kebangsan)
3. M. Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan).
(Peran Pesantren dalam Pengembangan Pendidikan Nasional)


Masjid al-Baitul Amin

Malam shalawat
Alun-alun Jember
2.
Kamis, 15 Nop. 2012
17.0021.00
 Pembacaan Istighosah dan Tahlil
Alun-alun Jember
07.00 – 08.00
 Pembukaan
Alun-alun Jember
08.00 –09.00
 Pawai Ta’aruf
Alun-alun Jember
09.00 – 10.00
Sambutan-sambutan
1.      Ketua Panitia
2.      Ketua LPES Pusat
3.      Gubernur Jawa Timur
4.      Menteri Agama Republik Indonesia
5.      menteri Pendidikan dan Kebudayaan
6.      Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi


Alun-alun Jember


10.00 –11.00
Pengajian
Alun-alun Jember
11.00–12.00
Pengukuhan hari Santri Nasional oleh Bapak Presiden Republik Indonesia
Alun-alun Jember
12.00–12.30
Penutup  dan Do’a
 (KH. Mukhid Muzadi)
Alun-alun Jember
Lampiran 2

STRUKTUR KEPANITIAAN
Peringatan Hari Besar Islam 1 Muharram 1434
dan Pengukuhan Hari Santri Nasional

Pelindung    









Penasehat  







Penanggung jawab  


Ketua Panlitia

Wakil



Sekretaris
:









:







:



:


:



:
Ketua MPR  Republik Indonesia
Ketua DPR  Republik Indonesia
Menteri Agama Republik Indonesia
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia
Menteri BUMN Republik Indonesia
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Menteri Pendidikan dan kebudayaan  Republik  Indonesia

Bupati Jember
KH. Mukhid Muzadi
Dr. KH. Hasyim Muzadi
Ir. KH. Shalahuddin Wahid
K.H.Moech Nuru Sholeh Assyakiriy
KH. Mutawakkil ‘Alallah
KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin

Prof. Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M. Pd
Drs. H. Moh. Hasan, M. Sc., P.h. D
Drs. H. Sofyan Tsauri, MM

Dr. Ir. H. Jani Januar, M.T


Prof. Dr. Ir. H. Achmad Subagio, M.Agr
Drs. H. Muhammad Fadallah, M. Si
H. Ubaidillah Amin Moech Assyakiry

M. Khusna Amal, M. Si
M. F. Hidayatullah, M.S.I.
Kun Wasiz, S. Sos



Bendahara


Seksi-Seksi

Seksi Keamanan





Seksi Perlengkapan



Seksi Konsumsi




Seksi Kesekretariatan






Seksi
Humas
:


:

:






:




:





:







:
Sunarto, SE
Zainul arifin, S. Pd., M. Pd



KH. Saiful Rizal, S. Ag., M. Pd. I
Drs. Imam Hanafi
Khoirunnasihin, S. Ag
Zainuri Ghozali
Siswanto


Drs. Masngudi
Achmad Julianto, S. Pd
Rohani
Anam MD

Samsul Ma’arif, S. Pd. I
Amir Mahmud
Ghufron
Afifatul Machfiroh
Hamidah

Ainul Yaqin, M. Pd
Aminulloh, M. Pd
Wiwik Hidayatullah, S. P
Khoirus Sahri, S. Pd
Dian Malik, S. Kom
Muslimatul Hasanah
Aboung Sholeh

Nukman Hakim, S. Pd. I
Hermanto, S. Pd.I
Syaiful anwar, S. Pd



Seksi Dekorasi



Seksi
Dokumentasi
:




:
H. As’ad, Lc.
Syamsul Hadi, S. Pd
Imam Suyuthi
In’amul Muttaqien

Ikhwan Hindal Mujib Assyakiry, S. I .Kom
M. Agus Rizky Bongga, SE
Dedi Destriyandi
M. Muari
M. Rizal

































Lampiran 3

ANGGARAN DANA

  1. Kesekretariatan
NO
BARANG
JUMLAH BARANG
HARGA SATUAN
JUMLAH
1.
Kertas
50
35.000,-
1.750.000,-
2.
Printer
5
500.000,-
2.500.000,-
3.
Foto kopi
10.000
100,-
1.000.000,-
4.
Amplop kecil
50
5.000,-
250.000,-
5.
Amplop besar
20
20.000,-
400.000,-

Undangan
2.000
5.000,-
10.000.000,-
6.
Undangan VIP
1.000
20.000,-
20.000.000,-
7.
Seminar kit
2.000
30.000,-
60.000.000,-
8.
Steples
20
10.000,-
200.000,-
9.
Lain-lain


10.000.000,-
JUMLAH


106.100.000,-

  1. Perlengkapan
NO
BARANG
JUMLAH BARANG
HARGA SATUAN
JUMLAH
1.
Sewa terop
50
400.000,-
20.000.000,-
2.
Sewa meja
300
10.000,-
3.000.000,-
3.
Sewa kursi
5.000
5.000,-
25.000.000,-
4.
Sewa kursi VIP
500
10.000,-
5.000.000,-
5.
Sewa karpet
50
20.000,-
1.000.000,-
6.
Sewa terpal
100
10.000,-
1.000.000,-
JUMLAH


55.000.000,-

  1. Publikasi dan Dokumentasi
NO
BARANG
JUMLAH BARANG
HARGA SATUAN
JUMLAH
1.
Shoting video
5
1.000.000,-
5.000.000,-
2.
Sewa kamera
5
250.000,-
2.500.000,-
3.
Penggandaan CD
1000
5.000,-
5.000.000,-
4.
Cuci cetak
2.000
1000,-
2.000.000,-
5.
Album foto
100
50.000,-
5.000.000,-
JUMLAH


5.500.000,-

  1. Konsumsi
NO
BARANG
JUMLAH BARANG
HARGA SATUAN
JUMLAH
1.
Konsumsi nasi
2000
10.000,-
20.000.000,-
2.
Air mineral gelas
250
15.000,-
3.750.000,-
3.
Air mineral botol
200
20.000,-
4.000.000,-
4.
Air mineral galon
100
12.000,-
1.200.000,-
5.
Konsumsi tamu VIP
500
20.000,-
10.000.000,-
6.
Konsumsi snack
5000
2.000,-
10.000.000,-
JUMLAH


48.950.000,-

  1. Hubungan Masyarakat
NO
BARANG
JUMLAH BARANG
HARGA SATUAN
JUMLAH
1.
Sewa mobil
5
400.000,-
2.000.000,-
2.
Sewa mobil VIP
4
1.000.000,-
4.000.000,-
3.
Bensin
200
4.500,-
900.000,-
4.
Sosialisasi brosur
2000
200,-
400.000,-
5.
Sosialisasi media massa
2
1.000.000,-
2.000.000,-
JUMLAH


9.300.000,-

  1. Keamanan
NO
BARANG
JUMLAH BARANG
HARGA SATUAN
JUMLAH
1.
Kemanan internal
50
50.000,-
2.500.000,-
2.
Keamanan eksternal (kepolisian dll)
20
200.000,-
4.000.000,-
3.
Rokok
20
80.000,-
1.600.000,-
JUMLAH


8.100.000,-










REKAPITULASI ANGGARAN KEGIATAN

NO
KEGIATAN
JUMLAH
1.
Seksi Kesekretariatan
13.255.000,-
2.
Seksi Perlengkapan
14.175.000,-
3.
Seksi Publikasi dan Dokumentasi
5.500.000,-
4.
Seksi Konsumsi
48.950.000,-
5.
Seksi Humas
9.300.000,-
6.
Seksi Keamanan
8.100.000,-
JUMLAH
99.280.000,-







--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------





























FORMAT SPONSORSHIP


  1. Back Ground Panggung
















  1. Banner
 












  1. Spanduk












  1. Sticker
















  1. Pin


Oval: Hari
Santri Nasional

2012













  1. Co card















PERJANJIAN KERJASAMA
SPONSOR DAN KERJASAMA

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama             : …………………………………………
Jabatan           : …………………………………………
Instansi          : …………………………………………
Dalam hal ini bertindak atas nama instansi tersebut yang mana selanjutnya disebut sebagi pihak pertama.
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama             : …………………………………………
Jabatan           : …………………………………………
Instansi          : …………………………………………
Dalam hal ini bertindakatas nama panitia peringatan Hari Besar Islam 1 Muharram 1434 H dan Hari Santri Nasional yang selanjutnya disebut pihak kedua.
Selanjutnya pihak pertama dan pihak kedua telah sepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal-pasal berikut:

PASAL I
MAKSUD DAN TUJUAN

Pihak kedua akan menyelenggarakan kegiatan ............................................ yang akan dilaksanakan pada:
Hari                : ..........................................
Tanggal          : ..........................................
Tempat          : ..........................................




PASAL II
PROMOSI DAN KOMPENSASI


  1. Sebagi bantuan pelaksanaan kegiatan, maka pihak pertama akan memberikan bantuan berupa ................................................
  2. Sebagai kompensasi sebagaiman tersebut dalam ayat 1, maka pihak kedua harus mempromosikan ............................... pihak pertama melalui pembawa acara/lips promotion pada saat acara.

PASAL III
HAK DAN KEWAJIBAN KEDUA BELAH PIHAK

Hak dan kewajiban para pihak dengan dinyatakan dengan tegas dan terang sebagai berikut:
  1. Pihak pertama berhak mengurangi dan menangguhkan pembayaran apabila pihak kedua tidak melaksanakan yang tertera dalam perjanjian;
  2. Pihak pertama tidak akan mengganti kuitansi pengeluaran yang dilakukan oleh pihak kedua;
  3. Pihak kedua menyediakan semua unsur-unsur publikasi.


PASAL IV
PERNYATAAN DAN JAMINAN
  1. Pihak kedua sanggup mengkoordinir serta menampilkan semua materi yang mendukung kegiatan ini;
  2. Apabila perjanjia ini dipandang belum mengatur, maka akan diatur kemudian dalam musyawarah mufakat kedua pihak.

PASAL V
FORCE MAJEUR

Tertundanya even ini hanya dapat dimaklumi apabila terjadi musibah di luar kekuasaan kedua pihak. Kejadian-kejadian yang di luar kemampuan manusia umumnya adalah sebagai berikut: pergantian perpu, kebakaran, banjir, gunug meletus, gempa bumi, angin topan dlsb.

PASAL VI
PENUTUP
  1. Segala sesuatu yang belum tercantum dalam perjanjian ini serta mengenai perubahan-perubahan dapat dikatakan sah berdasarkan keputusan persetujuan yang tertulis para pihak dalam suatu perjanjian tersendiri.
  2. Pihak pertama dan kedua telah mengerti dn menyetujui isi perjanjian ini tanpa ada unsur paksaan dari kedua belah pihak. Surat perjanjian ini dibuat secukupnya dan kedua belah pihak memperolehnya.
  3. Surat perjanjian ini dibuat di ..................................



Pihak Pertama                                              Pihak Kedua




(.................................)                         (.................................)






















PROFIL LPES  (Lembaga Pemerdayaan Ekonomi Santri)
LATAR BELAKANG 
Pesantren adalah salah satu lembaga yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Keinginan masyarakat terhadap pendidikan pesantren adalah mampu menjawab tantangan masa depan. Santri adalah aset negara generasi penerus bangsa oleh karena itu begitu urgent posisi peserta didik dalam dunia pendidikan. Santri dituntut untuk menjadi manusia mandiri dan mempunyai ekstra kecakapan, sehingga nantinya santri mempunyai bekal dalam menghadapi beranekaragam kehidupan dan tantangan zaman. Kemandirian merupakan suatu sikap yang sangat  perlu dikembangkan dan ditanamkan pada santri, agar santri memiliki sikap optimis dan tawakkal menatap masa depan.   

Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) adalah sebuah lembaga pembentukannya digagas oleh santri dengan mendapatkan dukungan penuh dari para ulama pondok pesantren. Pendirian lembaga ini didasarkan pada keprihatinan kalangan pesantren terhadap beberapa pertimbangan yaitu (1) kegelisahan yang dirasakan sebagian besar dalam memandang masa depannya, terutama terkait dengan akses pekerjaan dan atau perekonomian, (2) kegamangan para santri dalam pengelolaan berbagai potensi sosial dan ekonomi lokal sebagai konsekuensi dari minimnya pengetahuan, keterampilan dan sumber daya santri, (3) tatanan kehidupan dunia modern yang didominasi oleh system ekonomi kapitalis yang jauh dari nilai-nilai agama dan tidak pro (memihak) rakyat kecil, dan (4) lemahnya basis ekonomi pesantern telah mereduksi kemandirian dan atau otonomi Institusi Islam Tradisional ini dalam membangun power relation dengan berbagai kekuatan sosial, ekonomi dan politik, baik ditingkat lokal, nasional dan terlebih pada tingkat global.
            Karena itulah, kalangan pesantren yang galau akan situasi dan kondisi tersebut berkomitmen membuat sebuah wadah kelembagaan yang dapat dimanfaatkan santri untuk sebuah wadah kelembagaan yang dapat dimanfaatkan santri untuk kepentingan pemberdayaan diri (self empowerment) dan utama melalui sektor perekonomian dengan senantiasa mendasarkan diri pada nilai-nilai keagamaan sebagaimana diwariskan para ulama pesantren. Lewat wadah ini pulalah, diharapkan para santri semakin memiliki peran strategis dalam melakukan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat akar rumput yang selama ini kerap termarginalkan akibat system ekonomi yang tidak berkeadilan.
            Meskipun gerak lembaga ini fokus mengembangkan pada sector ekonomi santri, namun program-program yang akan dilaksanakan tidak hanya terbatas pada bidang tersebut. Sebagai lembaga yang berasal dan digagas oleh kalangan pesantern, maka program kegiatan yang dilaksanakannya pun mencakup bidang-bidang social, budaya, pendidikan dan keagamaan. Dipilihnya sektor ekonomi sebagai prioritas lebih didasarkan pada pertimbangan bahwa problema mendasar yang dihadapi para santri dan pesantren adalah pada sektor perekonomian tersebut. Kondisi ini membawa konsekuensi bagi kemerosotan kemandirian santri dan pesantern dalam menjawab tantangan zaman.
            Berangkat dari pemahaman tersebut, maka tujuan akhir dari lembaga ini adalah untuk mencetak santri dan pesantren yang memiliki sifat kemandirian dan pemberdayaan diri (self empowerment) sehingga muaranya bisa rahmatan lil’alamin bagi santri khususnya dan umat pada umumnya.
VISI
Menjadi wadah bagi pengembangan ekonomi santri dan pesantren yang produktif dan kompetitif sesuai dengan nilai-nilai keagamaan Islam sebagaimana diwariskan para ulama pesantren.
MISI
1.      Meningkatkan pesantren dan skill santri/pesantren dalam pengembangan ekonomi-bisnis.
2.      Mengembangkan kemampuan santri/pesantern dalam pengelolaan dan pendayagunaan aneka sumberdaya ekonomi lokal.
3.      Meningkatkan skill santri/pesantren dalam entrepreneurship
4.      Memperkuat kapasitas kelembagaan perekonomian santri/pesantren sehingga kompetitif dan sekaligus tetap pro-aktif terhadap rakyat kecil, dalam melakukan percaturan perekonomian di tingkat lokal, nasional dan bahkan global.

TUJUAN
Berdasarkan visi dan misi lembaga pemberdayaan ekonomi santri (LPES) yang tercantum di atas, maka pendirian lembaga ini tidak lain memiliki maksud dan tujuan utama aga LPES menjadi wadah bagi para santri/pesantren untuk belajar bersama, mengembangkan pengetahuan, skill dan kemampuan entrepreneurship.
SEKRETARIAT PUSAT
Sekretariat pusat Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) berada di Pondok Pesantren An-Nuriyah  JLn. Darmawangsa 142 Kaliwining Rambi Puji Jember.
STRUKTUR KEPENGURUSAN
Struktur Kepengurusan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) disusun sebagai berikut:
1) Dewan Penasehat
1. K.H. Moch. Nuru Sholeh
2. Ky. Moch. Dhimyati Burhan 
3. K.Irvan Mashud
4. K.H. Ali Wafa
2)  Dewan Pembina
1. Prof. Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M.Pd
2. Drs.H.Moh. Hasan, Ph.D.
3. Drs. H. Sofyan Tsauri, M.M
4. H. Muhammad Fadallah, M.Si
5. Ky. Imam Bazzar Jauhari Burhan 

3)  Ketua                    : Muhammad Husna Amal, M.Si
4)  Wakil Ketua        : Syamsul Hadi, S.Pd
5)  Sekretaris             : Imam Baehaqi, S.Pd
6)  Wakil Sekretaris : Ahmad Alfan, S.Pd
7)  Bendahara            : Sunarto, S.E
8) Wakil Bendahara : Slamet Riyadi, S.Pd
9)  Divisi-Divisi
1. Divisi Sosial-Keagamaan
Ketua : Drs. Masngudi

2. Divisi Perekonomian dan Pemasaran
Ketua : H. Ubaidillah Amin

3. Divisi Pengembangan SDM, Kelembagaan dan Kerjasama 
Ketua : Didik

RUANG LINGKUP DAN BENTUK PROGRAM


Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) membatasi ruang lingkup kegiatannya pada pengembangan sektor perekonomian berbasis pertanian. Meski demikian, dalam prakteknya pengembangan ekonomi akan ditunjang oleh kegiatan-kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan terutama keagamaan. Adapun bentuk-bentuk program kerja yang dirancang antara lain meliputi:
1.      PENGEMBANGAN SDM SANTRI DI SEKTOR EKONOMI-BISNIS
Dalam rangka memberdayakan santri/pesantren di sektor ekonomi-bisnis, Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) mempunyai Program Pengembangan SDM santri di sektor ekonomi-bisnis. Program yang bertujuan untuk pemberdayaan dan pengembangan usaha santri/pesantren  sekaligus upaya untuk meningkatkan kesejahteraan santri/pesantren pada khusunya dan masyarakat umum yang ada di sekitar pesantren, dengan kegiatan meningkatkan gerakan moral melalui kegiatan pendidikan dan ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kekuatan LPES ini adalah sebagai Lembaga yang terdiri dari beberapa Pondok Pesantren yang ternaungi di dalam LPES, dengan rasa kepemilikan dan tanggung jawab sangat tinggi, mempunyai kemandirian tinggi, sekaligus adaptif terhadap perubahan, jaringan kultural dan basis konstituen yang solid, penjagamoral-etik bagi masyarakat, serta sebagai komunitas yang ikhlas, tulus, rela berkorban dan bertanggungjawab.
Selain itu, peran ulama diharapkan dalam menghadapi masyarakat yang sedang berubah, di sisi lain modernisasi kehidupan menuntut pola pemikiran yang lebih rasional dan fungsional. Disini, otoritas dan kapasitas santri/pesantren harus berhadapan dengan aneka tuntutan masyarakat dan perikehidupan yang cenderung berubah. Sebagai tambahan, pembukaan akses terhadap sumber informasi,  iptek dan manajemen membuka peluang dan kesempatan bagi LPES untuk berkiprah sebagai pusat pengembangan ekonomi-bisnis dan SDM, yang didukung dengan kekuatan internal LPES dengan karakteristik sifat saling percaya dan  rasa persaudaraan yang tinggi.
Dengan berdasarkan semangat tersebut maka Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) memiliki keyakinan yang InsyaAllah dapat mewujudkan cita-cita lembaga yang didukung penuh oleh Ulama yang ada di Pondok Pesantren.

2.      PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI PERTANIAN
Berdasarkan Visi dan Misi dari Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) yaitu menjadi wadah bagi pengembangan ekonomi santri dan pesantren yang produktif dan kompetitif sesuai dengan nilai-nilai keagamaan Islam sebagaimana diwariskan para ulama pesantren yang pada akhirnya dapat bermanfaat untuk santri/pesantren pada khususnya dan untuk masyarakat luas pada umumnya. Untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat, harus memprioritaskan investasi dan pembangunan sarana dan prasarana, serta memberikan teknologi dan kondisi pasar yang mendukung bagi berkembanganya usaha-usaha produktif, terutama usaha di sektor pertanian yang menjadi gantungan hidup sebagian besar masyarakat ini.
Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumberdaya manusia  merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam menghadapi era globalisasi yang sangat kompetitif dan membutuhkan  daya saing yang tinggi. Dengan sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing, suatu organisasi/kelembagaan dapat memprediksi, mengantisipasi dan mengendalikan setiap perubahan ke arah yang berkesinambungan.
LPES mempunyai program pendampingan masyarakat dalam pengembangan ekonomi pertanian yang meliputi pendidikan, pelatihan dan penyuluhan pertanian serta bantuan modal usaha  kepada santri/pesantren dan masyarakat umum yang dibantu oleh tenaga ahli dalam bidang pertanian baik personal yang ada di dalam LPESmaupun yang didatangkan dari luar LPES.
Program ini merupakan upaya LPES meningkatkan kemampuan para santri/pesantren dan masyarakat umum untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan dan mengembangkan usaha pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.

3.      PENGEMBANGAN KOPERASI SANTRI BERIKUT PENGEMBANGAN PEMASARANNYA
Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan pertanian serta pengembangan SDM santri di sektor ekonomi-bisnis merupakan kegiatan penting untuk mengembangkan kepribadian dan kemandirian santri/pesantren dan masyarakat luas. Untuk mendukung kualitas sumber daya manusia memerlukan manajemen keuangan yang baik.
Oleh karena itu LPES memberikan dukungan berupa wadah suatu program yaitu pengembangan koperasi santri berikut pengembangan pemasarannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka LPES melakukan usaha-usaha meliputi : (1) pengembangkan kegiatan simpan pinjam dengan prinsip bagi hasil/syariah, (2) mengembangkan lembaga dan bisnis Kelompok Usaha Muamalah yaitu kelompok simpan pinjam di bawah naungan koperasi LPES, (3) jika koperasi LPES telah  berkembang  cukup mapan, memprakarsai pengembangan badan usaha sektor riil selain sektor pertanian yang tetap berada di bawah naungan LPES, dan (4) Mengembangkan jaringan kerja dan jaringan bisnis dan mitra usaha yang lain sehingga menjadi unit-unit tangguh sehingga mampu mendongkrak kekuatan dan kemandirian ekonomi santri/pesantren.
Rambu-rambu pelaksanaan Koperasi LPES menerapkan prinsip Islamiyah (keselamatan berkeadilan, kedamaian dan kesejahteraan) dalam kehidupan ekonomi masyarakat banyak dengan akad yang jelas serta rumusan penghargaan dan sanksi yang jelas dan penerapannya yang tegas/lugas. Sehingga diharapkan koperasi ini dapat memberikan dukungan/sokongan yang kuat terhadap program-program yang ada di LPES.


4.      PENGELOLAAN ZAKAT, INFAQ DAN SHADAQAH BERBASIS HASIL-HASIL PEREKONOMIAN
Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) juga memiliki program kerja yakni berupa pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah yang berbasis hasil-hasil perekonomian yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dan kecil, dalam rangka meningkatkan kemandirian santri/pesantren dan masyarakat luas. Secara konseptual, LPES memiliki dua peranan yaitu:
1)      Baitut Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = Pengembangan Harta)  melakukan  kegiatan  pengembangan  usaha-usaha  produktif  dan  investasi  dalam  meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil terutama dengan  mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya.
2)      Baitul Maal (Bait = Rumah, Maal = Harta) menerima titipan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.
Pada dasarnya program ini merupakan integrasi yang ada pada program sebelumnya yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan profesionalitas sehingga dapat  maju berkembang, terpercaya, aman,   nyaman, transparan, dan berkehati-hatian sehingga terwujud kualitas  santri/pesantren dan masyarakat santri untuk kepentingan pemberdayaan diri (self empowerment) dan utama melalui sektor perekonomian dengan senantiasa mendasarkan diri pada nilai-nilai Islam.

5.      PENGEMBANGAN KEGIATAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN, TERUTAMA DZIKIR BERSAMA
Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES) adalah sebuah lembaga yang pembentukannya digagas oleh santri dengan mendapatkan dukungan penuh dari para ulama pondok pesantren. Sehingga dalam kegiatannya juga harus tetap memunculkan salah satu identitas sebuah Pondok Pesantren yang merupakan cikal bakal terbentuknya lembaga ini. Berdasarkan hal tersebut, maka LPES juga memiliki sasaran yaitu berupa pengembangan kegiatan sosial dan keagamaan terutama kegiatan dzikir bersama yang diikuti oleh seluruh komponen-komponen yang ada di bawah naungan LPES dan masyarakat luas. Dengan kegiatan tersebut maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup baik dari segi moral dan spiritual sehingga semua kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan seimbang.
Selain kegiatan dzikir bersama, LPES juga melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan kemaslahatan bagi umat dan selama tidak bertentangan dengan AD ART organisasi sehingga dapat menjadi lembaga yang rahmatan lil’alamin bagi santri khususnya dan umat pada umumnya.



SUMBER DANA

Sumber dana dan pembiayaan seluruh kegiatan operasional dari LPES secara umum berasal dari :
1)      Anggota LPES
Terdiri dari  seluruh pengurus dan anggota biasa dari LPES
2)      Anggota Luar Biasa
Terdiri dari instansi atau perseorangan yang ada di luar keanggotaan LPES dapat berupa dana hibah dan dana investasi
            Untuk informasi sumber dana dan pembiayaan operasional dari LPES secara terperinci sudah diatur dalam AD/ART. 



PROPOSAL KEGIATAN DEKLARASI
LEMBAGA PEMBERDAYAAN EKONOMI SANTRI
(LPES)

DASAR KEGIATAN
1)      Al Qur’an dan Al Hadist.
2)      Pancasila dan UUD 1945.
3)      AD/ART Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES)
4)      Program kerja Pengurus Umum LPES

NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama “Deklarasi Lemabaga Pemberdayaan Ekonomi Santri (LPES)”

PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini Insya Allah akan dilaksanakan :
Tanggal  : Senin, 16 Mei 2011
Tempat   : Pondok Pesantren An-Nuriyah
Jln. Darmawangsa 142 Kaliwining Rambi Puji  Jember
Telp. 0331 771466

SUSUNAN KEPANITIAAN
Ketua Panitia                        : H. Ubaidillah Amin
Wakil Panitia                        : Syamsul Hadi, S.Pd
Sekretaris                               : Ahmad Alfan Khoiriyanto, S.Pd
Sie Perlengkapan                 : In’am Mubarok, A.Md
Sie Konsumsi                        : Drs. Masngudi
Sie Acara                                : Riv’al Muhammad


PENUTUP
Seraya memanjatkan puji syukur kehadirat illahi rabbi, Allah SWT. Tuhan yang telah menganugerahkan nikmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita. Anugerah tersebut sebagai landasan kami untuk tetap survive dalam mengemban amanah melaksanakan kegiatan tersebut.
Akhirnya bantuan dan partisipasi dari semua pihak kami harapkan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut.

                                                                                      Jember,  24  April 2011

PANITIA
DEKLARASI LPES

Ketua  Panitia                                                                       Sekretaris,


H. Ubaidillah Amin                                          Ahmad Alfan Khoiriyanto, S.Pd


Mengetahui,
Ketua LPES                                                               Dewan Pembina LPES



Muhammad Husna Amal, M.Si                Prof. Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M.Pd


PESANTREN YANG BERGABUNG DALAM WADAH LPES BANYUWANGI DAN JEMBER



DATA PONDOKPESANTREN
LPES BANYUWANGI

  1. KECAMATAN KALIBARU
1.    PP.Darussalam Kajarharjo Kalibaru Wetan
2.    PP. Al Falah Kalibaru Kulon

  1. KECAMATAN GLENMORE

1.    PP. Minhajuttulab Krikilan Glenmore
2.    PP. UmmulQuro Tegalharjo Glenmore
3.    PP. DarulFalah Sepanjang Glenmore
4.    PP. Nurul Huda Sumbergondo Glenmore
5.    PP. Miftahul Ulum Salamrejo Glenmore
6.    PP. Raudlatussalam Gunungsari Glenmore
7.    PP. Daarul Uluum Bumiharjo Glenmore

  1. KECAMATAN GENTENG
1.    PP. Raudlatuttholabah SetailGenteng
2.    PP. Bustanul Makmur Kebunrejo Genteng
3.    PP. Bustanul Hidayah Maron Genteng
4.    PP. Darussyafa’ah Kaligondo Genteng
5.    PP.Bustanul Falah Tebuan Genteng

  1. KECAMATAN SEMPU
1.    PP. Darul Falah Pucangsari Jambewangi Sempu
2.    PP. Al Azhar Tugung Sempu
3.    PP. Al Mubarok Panjen Sempu

  1. KECAMATAN TEGALSARI
1.    PP. Darussalam Blokagung Tegalsari
2.    PP. Tsamaroturroudhoh Krajan Tegalsari
3.    PP. Subulussalam Krajan Tegalsari
4.    PP. Mambaul Huda Krasak Gambiran

  1. KECAMATAN GAMBIRAN
1.    PP. Darul Huda Yosomulyo Gambiran
2.    PP. Darul Atiq Stembel Gambiran
3.    PP. Darul Hikmah Gembolo Gambiran

  1. KECAMATAN BANGOREJO
1.    PP. Sunan Ampel Tamansuruh Bangorejo
2.    PP. DarulUlum Sambirejo Bangorejo
3.    PP.DarulAbror Sukorejo Bangorejo
4.    PP. Amirussalam Sambirejo Bangorejo

  1. KECAMATAN PURWOHARJO
1.    PP. Darul Falah Bulurejo Purwoharjo
2.    PP. Al Atiq Karetan Purwoharjo
3.    PP. Darul Falah Purwoasri Purwoharjo




  1. KECAMATAN MUNCAR
1.    PP. Minhnajutthulab Sumberberas Muncar
2.    PP. Manbaul Ulum Wringin putih Muncar
3.    PP. Al Futuhiyah Tembok Muncar
4.    PP. Al Azhar Muncar
5.    PP. PP.Darussalam Tegalpare Muncar
6.    PP. Sabiluttaufiq Wringinputih Muncar
7.    PP. Matholiul Anwar Muncar

  1. KECAMATAN SRONO
1.    PP.An Nur Sukomukti Kebaman Srono
2.    PP. Nurul Huda Sumbersari Srono
3.    PP. Bahrul Hidayah Parijatah Kulon Srono
4.    PP. Darul Maghfur AlKhotibi Blumbangan Srono
5.    PP. Salaf Darussalam Rejoagung Srono
6.    PP. Al Falah Rejoagung Srono
7.    PP. Al Qodiriyah Parijatah wetan srono
8.    PP.An Nur Wonosobo Srono

  1. KECAMATAN ROGOJAMPI
1.    PP. Darul Huda Gumukagung- Gintangan Rogojampi
2.    PP. Salafiyah Syafiiyah Rogojampi

  1. KECAMATAN KABAT
1.    PP. Nurul Huda Badean Kabat
2.    PP. Al Hidayah Badean Kabat

  1. KECAMATAN SILIRAGUNG
1.    PP. Nabatussalam Senepolor Siliragung
2.    PP. Darul Islah Barurejo Siliragung

  1. KECAMATAN PESANGGARAN
1.    PP. Minhajussalikin
2.     

  1. KECAMATAN SIGOJURUH
1.    PP. Nurul Qur’an Wijenan Kidul Singojuruh
2.    PP. Ihya’Ulumuddin Singojuruh
3.     

  1. KECAMATAN SONGGON
1.    PP. Anwaruddin Sragi Songgon
2.    PP. Al Huda Sragi Krajan Songgon
3.    PP. Raudlatuttholabah Sragi Songgon

  1. KECAMATAN CLURING
1.    PP. Darunnajah Tanjung Sari Cluring
2.    PP. Raudlatul Aitam Cluring
3.    PP. Darul Falah Tamansuruh Cluring
4.    PP. Salafiyah Syafiiyah Cemethuk Cluring

  1. KECAMATAN BANYUWANGI KOTA
1.    PP. Darunnajah Tukangkayu Banyuwangi




PESANTREN ANGGOTA LPES JEMBER

1.
      Annuriyyah Kaliwining
2.
      Yasinat (Yayasan Islam Nahdatuth Thalabah) Kesilir
3.
      Nurul Mukminin Sukowono
4.
      Subulussalam Rambipuji
5.
      Ad-Dimyati Jenggawah
6.
      Miftahul Ulum Kaliwates.
7.
      Mahfitud Duror II Suger

RAPAT KERJA LPES

Raker Kerja I LPES Jember dan Banyuwangi tanggal 07 April tahun 2012 bertempat di Pondok Pesantren Minhajut Thulab Desa Krikilan Kec. Glenmor Kab. Banyuwangi.

Rapat Kerja tersebut dihadliri oleh para kyai, ulama dan instansi pemerintah. Sekitar sekitar 50 orang ahli diberbagai bidang dalam Raker tersebut. Sebagai Dewan Pembina dan Dewan Pakar LPES Prof.Dr.Khusnurridlo (Rektor STAIN Jember), Drs. Moh. Hasan, Msc.PHD (Rektor Unej Jember), dan Prof/ Ach  Subagio PHD (Dosen Unej Jembe) hadlir dalam Raker tersebut.


Sedangkan instansi pemerintah yang hadlir dalam Raker tersebut Bpk Saifullah Kabid Holtikultura Banyuwangi,     dan Bpk. Budi Santoso SH dari Bidang UMKM Banyuwangi.
---------------
No
Nama   
Alamat
Jabatan
No HP
01.
Syaifuddin Zuhri
PP Mifathul Ulum Salam Rejo
LPES Banyuwangi
081 249 954 079
02.
Masruhin
PP Roudlatul Tholabah
Pembina LPES Banyuwangi
081 336 606 161
03.
Masngudi
PP Yasinat Kesilir Wuluhan Jember
Koord. Bidang Keagamaan LPES Jember


04.
Syamsul Hadi SPd.
PP Yasinat Kesilir Wuluhan Jember
Wakil Ketua LPES Jember
085 258 249 944
05.
Waslil Fuad SPd.
PP Yasinat Kesilir Wuluhan Jember
Anggota
085 232 185 319
06.
Imam Suyuti
Rembiritan
LPES Bwi
08 5 258 685 709
07.
Sa’dulloh
Ringin Putih Banyuwangi
LPES BWI

08.
Ah Satbi
Ringin Putih
LPES BWI
085 324 679 770
09.
Saipulloh
Banyuwangi
Bid. Holtikultura Banyuwangi
081 358 920 084
10.
Lilik Sukaryadi
SMAN Glenmor
Humas

11.
Masruhan
Ringin Putih


12.
Solehudin
Bagorejo

085 336 460 368
13.
Budhi Santoso
Banyuwangi
Dinas Kop UMKM
081 234 537 363
14.
H. Fathrur Rozi MA
Minhajut Thulab
Pengasuh
085 234 481 389
15.
M Ahmadi
Sumberberas
Wakil Ketua
081 336 689 121
16.
M. Saifuddin Zuhri
Glenmor
Wakil Sekretaris
085 258 020 317
17.
Abdillah Asád
Tembok Rejo Muncar
Bendahara
081 252 953 141
18.
Pro.Dr. Ahmad Subagio PHD
Utusan Unej
Dewan Pakar
081 234 833 61
19.
Drs. Moh Hasan Msc PHD      
Rektor Unej
Pembina LPES
085 327 120 404
20.
Prof. Dr. Khusnu Ridlo
Rektor STAIN Jember
Dewan Pembina
081 234 680 53
21.
Dr. Khusna Amal
PP Annuriyyah

081 570 417 35
22.







Lampiran 1

Sejak 1 Muharram 1431/ 18 Desember 2009, peringatan Hari Santri menjadi agenda tahunan Pondok Pesantren Babussalam Malang dalam mensosialisasikan tradisi santri. Kegiatan ini disamping sebagai inspirasi untuk mempertegas identitas santri sebagai sub-struktur sosial, juga merupakan refleksi transformatif nilai-nilai budaya santri sebagai sub kultur kebudayasn.
Melihat kecenderungan pergeseran kebudayaan yang bersifrat pragmatis­hedonis dan ketergantungan terhadap popular-cultur, maka artikulasi peringatan hari santri menjadi resolusi kebudayaan terhadap akar kebangsaan yang berbasis pads nilai keagamaan. Tradisi yang dikembangkan dalam peringatan hari santri tidak sekedar mengakomodasikan nuansa simbolik melainkan juga mempertegas korelasi spiritual dan gagasan etika moral dalam kebudayaan publik.
Sebagai bentuk apresiasi untuk memperkuat basis kesadaran budaya, maka sosialisasi yang digerakkan oleh Pondok Pesantren Babussalam mengembalikan pola relasi hubungan Kyai, Pesantren, dan Santri menjadi bagian yang integral dalam hubungan berkebangsaan. Dalam mempertegas sebuah proses kesinambungan peringtan hari santri sebagi momentum memperkuat gagasan tradisi santri, Pondok Pesantren Babussalam melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk terlibat dalam memperjuangkan proses budaya santri ini.

Tokoh-tokoh nasional maupun regional yang pernah menghadiri peringatan hari santri di Pondok Pesantren Babussalam Malang, di antaranya, K.H. Maimun Zubair. Ny. Yenny Wahid, Syaifullah Yusuf, Muhammad Nuh, KH. Kholil Bangkalan dan segenap warga nandliyin, khususnya pesantren di Jawa Timur. Tentu saja harapan terjadinya proses hari santri dan penegasan tradisi santri yang digagas oleh Pondok Pesantren Babussalam dapat menjadi rujukan dalam melakukan penegasan sosial pesantren dalam sistem kebudayaan nasional. Berikutnya sistem pesantren menjadi bagian yang terintegrasikan dalam membangun sistem ketahanan nasional.

Semuanya tidak akan berwujud tanpa ada satu proses pemeliharaan tradisi pesantren itu sendiri dan keberpihakan masyarakat secara luas termasuk pemerintah dalam mengapresiasi terwujudnya cita-cita substantif nation-state secara kokoh. Untuk itu eksperimentasi dan eksplorasi terhadap pengalaman dunia pesantren perlu dikembangkan menjadi satu kesatuan tradisi dan budaya I bangsa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih komentarnya !!!