Senin, 13 Agustus 2012

TERHEMPAS DI NEGERI TIRAI BAMBU (BAG.6)




3. SEPIRING BERDUA

 “Kita menapak di pematang kecil yang licin ini sebagai ujian bagi rumah tangga kita, agar kebahagiaan kita teruji ketangguhannya.” Lanjut Kang Sholih.

“Apa maksudnya kang ?” Tanya Leha tidak mengerti.

“Berumah tangga itu tidak selamanya senang dan selalu bertabur gembira. Adakalanya tertimpa sedih yang bertubi - tubi. Ketika senang bisa diumpamakan kita bagaikan berjalan diatas jalan aspal yang lempang. Tidak ada gangguan apa – apa. Sehingga kita bisa melaju kencang dengan santai, enak dan senang. Tidak takut kecelakaan, jatuh atau bertabrakan. Sehingga akan selamat dan segera sampai di pantai kebahgiaan yang indah nan luas. Tapi perlu diingat ! Tidak selamanya jalan aspal lempang bebas hambatan. Adakalanya terjadi kecelakaan. Penguna jalan yang satu sudah hati – hati tapi pengguna jalan yang lain ceroboh, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan, kecelakaan umpamanya. Walaupun frekwensinya relative kecil.”