“Kita
menapak di pematang kecil yang licin ini sebagai ujian bagi rumah tangga kita,
agar kebahagiaan kita teruji ketangguhannya.” Lanjut Kang Sholih.
“Apa
maksudnya kang ?” Tanya Leha tidak mengerti.
“Berumah
tangga itu tidak selamanya senang dan selalu bertabur gembira. Adakalanya
tertimpa sedih yang bertubi - tubi. Ketika senang bisa diumpamakan kita
bagaikan berjalan diatas jalan aspal yang lempang. Tidak ada gangguan apa –
apa. Sehingga kita bisa melaju kencang dengan santai, enak dan senang. Tidak
takut kecelakaan, jatuh atau bertabrakan. Sehingga akan selamat dan segera
sampai di pantai kebahgiaan yang indah nan luas. Tapi perlu diingat ! Tidak
selamanya jalan aspal lempang bebas hambatan. Adakalanya terjadi kecelakaan.
Penguna jalan yang satu sudah hati – hati tapi pengguna jalan yang lain
ceroboh, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan, kecelakaan umpamanya.
Walaupun frekwensinya relative kecil.”